Bagaimana Jika Tak Jadi Apa-Apa?
Bagaimana Jika Tak Jadi Apa-Apa?
Mungkin Rabb-mu Tidak Pernah Memintamu Menjadi Apa-Apa, Selain Menjadi Hamba yang Bertakwa.
Ada ketakutan yang diam-diam tumbuh di dada banyak manusia.
Bukan tentang kematian.
Bukan tentang kehilangan.
Melainkan tentang pertanyaan yang terus menghantui ketika malam mulai sunyi:
"Bagaimana jika aku tak jadi apa-apa?"
Bagaimana jika usiaku habis tanpa gelar yang dibanggakan?
Bagaimana jika namaku tidak dikenal siapa pun?
Bagaimana jika semua usahaku tidak mengubahku menjadi seseorang yang dianggap berhasil oleh dunia?
![]() |
| Bagaimana Jika Tak Jadi Apa-Apa? |
Lalu kita gelisah.
Kita berlari.
Kita memaksa diri menjadi sesuatu.
Karena kita takut dianggap gagal.
Padahal, pernahkah kita bertanya:
Benarkah Rabb kita pernah memerintahkan kita untuk menjadi hebat di mata manusia?
Ataukah selama ini kita hanya terlalu lama mendengarkan suara dunia?
Dunia Menyuruhmu Menjadi Besar, Allah Menyuruhmu Menjadi Baik
Dunia berkata:
"Jadilah yang paling tinggi."
Allah berkata:
"Bertakwalah."
Dunia berkata:
"Buktikan nilaimu kepada manusia."
Allah berkata:
"Aku lebih mengetahui isi hatimu."
Dunia mencintai hasil.
Allah mencintai keikhlasan.
Karena di sisi manusia, keberhasilan diukur dari seberapa banyak yang kau miliki.
Tetapi di sisi Allah, keberhasilan diukur dari seberapa bersih hatimu ketika memiliki atau kehilangan.
Jangan Takut Bekerja Keras
Namun memahami hal ini bukan berarti kita berhenti berusaha.
Bukan berarti kita memilih malas lalu berlindung di balik kalimat "yang penting bertakwa."
Tidak.
Karena bekerja juga bisa menjadi ibadah.
Belajar bisa menjadi ibadah.
Berkarya bisa menjadi ibadah.
Membangun usaha bisa menjadi ibadah.
Mencari nafkah untuk keluarga bahkan bisa menjadi jalan menuju keridhaan Allah.
Maka bekerjalah.
Bermimpilah.
Berjuanglah.
Tetapi jangan jadikan dunia sebagai tujuan akhir.
Jadikan ia sebagai jalan untuk mendekat kepada Rabb-mu.
Sebab ada perbedaan besar antara bekerja demi kesombongan dan bekerja demi keridhaan Allah.
Yang satu membuat hati selalu lapar.
Yang satu lagi membuat hati tenang meski hasil belum sempurna.
Bekerjalah Sebaik Mungkin, Sebab Ihsan Juga Bagian dari Iman
Allah mencintai hamba yang bersungguh-sungguh.
Maka jika engkau seorang guru, mengajarlah dengan jujur.
Jika engkau pedagang, berdaganglah tanpa menipu.
Jika engkau penulis, tulislah sesuatu yang membawa manfaat.
Jika engkau pekerja, bekerjalah dengan amanah.
Karena bukan profesimu yang meninggikan derajatmu.
Tetapi ketakwaan yang kau bawa di dalam profesimu.
Langit tidak hanya melihat apa yang kau kerjakan.
Langit juga melihat mengapa engkau mengerjakannya.
Tak Jadi Hebat Bukan Berarti Tak Berguna
Matahari tidak pernah iri kepada bulan.
Hujan tidak pernah iri kepada angin.
Masing-masing memiliki tugas yang berbeda.
Begitu pula manusia.
Tidak semua orang ditakdirkan menjadi pemimpin.
Tidak semua orang ditakdirkan menjadi orang terkenal.
Tetapi semua orang diberi kesempatan yang sama untuk menjadi hamba yang dicintai Allah.
Dan itu adalah kedudukan yang jauh lebih mulia daripada seluruh pujian manusia.
Jangan Berhenti Berjuang
Jika hari ini engkau sedang bekerja keras, teruslah melangkah.
Jika hari ini engkau sedang belajar, teruslah belajar.
Jika hari ini usahamu masih kecil, jangan hina permulaannya.
Sebab Allah tidak meminta hasil yang paling besar.
Allah hanya meminta hati yang tetap jujur dalam perjalanan.
Maka jangan malas.
Jangan menyerah.
Jangan berhenti berkarya.
Bekerjalah sampai lelahmu menjadi saksi bahwa engkau pernah berusaha memberikan yang terbaik.
Tetapi ketika hasilnya tidak sesuai harapan, jangan hancur.
Karena tugasmu adalah berikhtiar.
Sedangkan hasil terbaik selalu milik Allah.
Penutup
Mungkin pertanyaan yang salah selama ini bukan:
"Aku akan jadi apa?"
Tetapi:
"Ketika aku pulang kepada Allah, aku datang sebagai siapa?"
Karena pada akhirnya, kita tidak akan membawa jabatan.
Tidak membawa popularitas.
Tidak membawa tepuk tangan manusia.
Kita hanya akan membawa amal, keikhlasan, dan ketakwaan.
Jika kamu pikir artikelnya relavan, baca juga:
Jangan menilai buku dari sampulnya
Maka bekerjalah seakan dunia membutuhkan usahamu.
Dan beribadahlah seakan akhirat adalah tujuan utamamu.
Sebab tak menjadi apa-apa di mata dunia bukanlah kegagalan.
Yang benar-benar rugi adalah ketika menjadi segalanya di mata manusia, tetapi tidak menjadi apa-apa di hadapan Rabb semesta alam.

Posting Komentar untuk "Bagaimana Jika Tak Jadi Apa-Apa?"